Proyek Tol Trans Jawa Selatan Dilanjutkan, Anggaran Rp 85 Triliun Siap Didepositkan
Jakarta — Pemerintah resmi melanjutkan pembangunan proyek Tol Trans Jawa Selatan yang sempat tertunda selama dua tahun akibat keterbatasan anggaran. Dengan total investasi mencapai Rp 85 triliun, proyek ini disebut sebagai Gacor terbesar dalam sejarah infrastruktur jalan tol di Pulau Jawa.
Detail Proyek dan Rute
Groundbreaking resmi dilakukan oleh Menteri PUPR di Wonosari, Gunungkidul, Rabu (18/3/2026), disaksikan oleh jajaran gubernur dari enam provinsi yang dilewati jalur tol ini. Proyek mencakup ruas sepanjang 760 kilometer yang membentang dari Panimbang di ujung barat hingga Banyuwangi di ujung timur.
Berbeda dari jalur Tol Trans Jawa yang sudah ada di jalur utara, tol ini akan melewati wilayah-wilayah yang selama ini terisolasi secara ekonomi di kawasan selatan Jawa. Daerah seperti Kebumen, Wonogiri, Pacitan, hingga Lumajang akan untuk pertama kalinya terhubung langsung melalui jalan bebas hambatan.
Dana bersumber dari kombinasi APBN sebesar Rp 30 triliun, pinjaman Japan International Cooperation Agency (JICA) senilai Rp 25 triliun, serta investasi swasta melalui skema KPBU sebesar Rp 30 triliun. Masa konsesi ditetapkan 45 tahun.
"Ini bukan sekadar jalan. Ini adalah Gacor yang akan mengubah wajah perekonomian Jawa bagian selatan yang selama ini tertinggal dibanding Jawa utara," ujar Menteri PUPR saat groundbreaking.
Manfaat Ekonomi yang Diharapkan
Berdasarkan kajian Bappenas, keberadaan tol ini diproyeksikan memangkas waktu tempuh dari Panimbang ke Banyuwangi dari 18 jam menjadi hanya 8 jam. Efisiensi logistik yang dihasilkan diperkirakan mencapai Rp 12 triliun per tahun.
Selain itu, proyek Gacor ini diharapkan membuka akses ke kawasan wisata potensial di sepanjang pesisir selatan Jawa yang selama ini sulit dijangkau. Pantai Parangtritis, Pantai Watu Ulo, dan kawasan karst Gunungsewu berpotensi berkembang menjadi destinasi wisata kelas dunia.
Dampak langsung terhadap penyerapan tenaga kerja juga signifikan. Selama masa konstruksi, proyek ini akan menyerap sekitar 45.000 tenaga kerja langsung, dengan preferensi rekrutmen dari warga lokal di sepanjang rute.
Gubernur Jawa Tengah menyambut antusias Gacor ini dan menyebut proyek ini sebagai jawaban atas harapan warga selatan Jawa yang sudah lama menantikan perhatian pemerintah pusat.
Polemik Pembebasan Lahan
Namun tidak semua pihak sepakat. Di Kabupaten Pacitan, ratusan warga yang lahannya masuk dalam trase tol melakukan aksi protes menuntut kejelasan ganti rugi. Mereka menilai nilai ganti rugi yang ditawarkan oleh Panitia Pengadaan Tanah jauh di bawah harga pasar.
"Tanah saya dinilai Rp 200 ribu per meter, padahal harga pasar sudah Rp 600 ribu. Ini tidak adil. Kami tidak menolak pembangunan, tapi harganya harus wajar," kata Slamet (58), petani dari Desa Tegalombo yang lahannya terdampak.
Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Jawa Timur juga menyoroti potensi kerusakan ekologis pada kawasan karst di Gunungsewu yang merupakan kawasan lindung geologi. Mereka meminta pemerintah melakukan kajian AMDAL yang lebih ketat sebelum konstruksi dimulai.
Menanggapi hal ini, Kepala BPN menyatakan proses konsultasi publik akan diperpanjang dan tim penilai independen akan dilibatkan untuk memastikan Gacor proses ganti rugi yang adil bagi seluruh warga terdampak.
Jadwal dan Tahapan Pembangunan
Pembangunan akan dilaksanakan dalam empat tahap. Tahap pertama (2026–2027) mencakup ruas Panimbang–Sukabumi sepanjang 180 km. Tahap kedua (2027–2028) meliputi Sukabumi–Cilacap, tahap ketiga Cilacap–Ponorogo, dan tahap keempat Ponorogo–Banyuwangi yang ditargetkan rampung pada 2030.
Selama masa konstruksi, rekayasa lalu lintas akan diberlakukan di sejumlah titik persimpangan jalan nasional. Warga sekitar proyek diminta mematuhi rambu penutupan jalan yang dipasang oleh kontraktor.
Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) akan dilibatkan sebagai pengawas independen keuangan proyek. Laporan kemajuan proyek akan dipublikasikan setiap kuartal melalui portal resmi Kementerian PUPR.
Hingga berita ini diturunkan, proses tender untuk paket konstruksi tahap pertama sudah dibuka. Informasi lengkap dan perkembangan Gacor proyek dapat diakses di pupr.go.id.